Berjumpa lagi bersama saya dalam acara TUGAS APLINET :) kali ini saya berkesempatan mengajak anda mengenal lebih dekat dengan palembang. Kota yang amat saya cintai, lebih tepatnya bukan kotanya tetapi seseorang yang ada disana (CEILEEEEH). Oke langsung saja ulasan mengenai KOTA PEMPEK :
Palembang, tentulah sudah dikenal dengan Pempek nya. Kalau lagi kenalan “dari mana ?” Palembang, pasti disambar dengan statement “Pempek donk”!
Palembang, tentulah sudah dikenal dengan Pempek nya. Kalau lagi kenalan “dari mana ?” Palembang, pasti disambar dengan statement “Pempek donk”!
Palembang adalah kota yang aku tahu paling banyak mempunyai makanan khas
daerah. Dari makanan berat sampe makanan ringan sangat beraneka ragam.
Terutama makanan dari bahan ikan sangat banyak ragamnya. Untuk pempek
saja bisa banyak judulnya, ada pempek kapal selam, pempek telok, lenjer,
pempek bakar, pempek mie dan masih banyak lagi. Kerupuk pun begitu
adanya beda bentuk beda pula namanya, kalau buat kita yang
krenyes-krenyes pasti dipanggil “kerupuk”, di Palembang bisa jadi itu
kerupuk, kemplang atau pilus , sama krenyes nya dengan kerupuk .
Pempek adalah makanan yang sudah dikenal orang banyak
sebagai ciri khas Palembang. Makanan yang terbuat dari sagu (tepung
kanji) dicampur dengan ikan giling akan sangat nikmat disantap dikala
siang/sore hari. Tapi di Palembang sering disantap dikala sarapan pagi.
Disajikan bersama cuka (cuko) yang terbuat dari rebusan gula merah dan
cabe rawit. Pempek bisa disantap dalam keadaan di rebus , digoreng
bahkan dipanggang. Pempek panggang sering disebut Tunu, dibentuk
bulat-bulat kemudian pada bagian tengah disisipkan ebi/udang kering
gilingyang diberi kecap manis/asin bisa langsung disantap dan banyak orang menambahkan cuka sebagai pelezatnya. Jenis Pempek lainnya : kapal selam, lenjer, keriting, adaan, kulit, tahu, pistel (isi irisan pepaya muda), udang, lenggang (irisan pempek digoreng seperti martabak bersama telur), otak-otak dan lain-lain.
Selain makanan nya palembang juga dikenal dengan landmark nya yaitu jembatan ampera.Jembatan Ampera merupakan suatu identitas yang otentik untuk Kota
Palembang. Palembang adalah Ampera dan Ampera adalah Palembang.
Kesehariaan warga Palembang pasti tidak lepas dari jembatan ini karena
Jembatan Amperalah penghubung utama di pusat Kota Palembang antara
daerah hulu ke hilir pun sebaliknya dari hilir ke hulu. Tidak bisa
dibayangkan apabila Ampera tidak ada, pastinya kehidupan warga Palembang
akan sangat terganggung; arus ekonomi Palembang akan terhambat karena
perputaran uang melalui Jembatan Ampera terjadi setiap hari antara hulu
ke hilir dan sebaliknya; para pegawai akan terhambat waktu kerjanya
karena hanya Ampera yang dapat menghubungkan rumah ke tempat kerjanya;
demikian pula pelajar dan mahasiswa yang sekolah dari hilir ke hulu atau
sebaliknya hulu ke hilir akan sangat terganggu dan menghambat waktu
tempu untuk menuntut ilmu bila Ampera tidak ada.
Di samping itu, provinsi ini banyak memiliki tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi,
Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam dan
lain-lain. Karena sejak dahulu telah menjadi pusat perdagangan, secara
tidak langsung ikut memengaruhi kebudayaan masyarakatnya. Makanan khas
dari provinsi ini sangat beragam seperti pempek, model, tekwan, pindang
patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes dan tempoyak.
Tari tanggai dibawakan pada saat menyambut tamu-tamu resmi atau dalam
acara pernikahan. Umumnya tari ini dibawakan oleh lima orang dengan
memakai pakaian khas daerah seperti kaian songket, dodot, pending,
kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang
goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga
Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai busana khas
daerah para penari kelihatan anggun dengan busana khas daerah. Tarian
menggambarkan masyarakat palembang yang ramah dan menghormati,
menghargai serta menyayangi tamau yang berkunjung ke daerahnya
Di Palembang sendiri juga memiliki ciri khas yaitu pada kain songket nya. Kemampuan membuat Songket tradisional di Palembang biasanya diwariskan
secara turun-temurun.Sewet Songket merupakan kain yang kerap digunakan
oleh pelapis pakaian wanita di bagian bawah yang dihiasi dengan
selendang berteman dengan baju kurung. Dalam upacara adat atau selebrasi
pernikahan, pengantin biasanya menggunakan Songket lengkap dengan Aesan
Gede (kebesaran), Aesan Pengganggon (Paksangko), Selendang Mantri,
Aesan Gandek dan yang lainnya. Secara kualitas, Songket Palembang
merupakan songket terbaik di Indonesia. Bahkan, songket ini disematkan
julukan sebagai “Ratu Segala Kain.”


0 komentar:
Posting Komentar